CahayaJiwa

Friday, August 18, 2006

arti seorang sahabat.........

“ku datang sahabat bagi jiwa, saat batin merintih, usah kau lara sendiri, masih ada asa tersisa. Letakkanlah tanganmu di atas bahuku, biar terbagi beban itu dan tegar dirimu….”


Pernah denger bait di atas? Yup, bener bgt. Bait2 di atas adalah sepenggal bait dlm lagu “usah kau lara sendiri” yg dinyanyiin ama Katon Bagaskara & Ruth Sahanaya. Sebuah lagu yg mencerminkan betapa pentingnya seorg sahabat sbg pelipur duka & lara. Sahabat? Ya, sahabat. Mencari seorg teman yg bisa diajak tertawa itu mudah, mencari musuh, jauh lebih mudah. Tetapi mencari seorg sahabat sejati yg selalu siap mendampingi dlm segala situasi dan kondisi, itu yg sulit. Menemukannya bagai menemukan sebuah mutiara yg tak ternilai harganya. Krn tak ternilai itu lah, maka mendapatkan seorg sahabat sejati menjadi sebuah upaya yg begitu sulit, tetapi bukan berarti itu tidak mungkin. Lantas bagaimana caranya? Ya, cara terbaik adalah selalu berusaha utk mjd sahabat sejati utk org2 di sekeliling kita, karena apa yg kita petik adalah buah dr apa yg kita tanam, bukan? Sulit? Jgn pesimis dulu, selama kita mau berusaha, akan selalu terbentang jalan utk kita. Untaian kalimat demi kalimat indah di bawah ini akan semakin membuat kita menyadari sosok sahabat itu sebenarnya, selamat membaca.


“Selebar apapun goresan luka yg dibuat oleh kesulitan, ada mahluk yg amat berguna dan amat dibutuhkan dlm pengalaman-pengalaman menyakitkan yg mengejutkan kita. Ia bernama sahabat. Tidak semua sahabat fasih memberikan nasehat. Tetapi sebenarnya hanya dgn kesediaannya utk mendengar, sinar mata yg berisi empati, kesediaannya utk menjaga rahasia, sahabat menjadi permata berlian yg amat berguna dlm keadaan-keadaan ini.


Seorang sahabat tdk harus org yg berada di dlm level setara dgn hidup apalagi gaya hidup kita. Seorang sahabat bisa hadir dr lapisan org yg mungkin berada di bawah kita. Seorang sahabat bisa datang dr hanya seorang biasa, yg mungkin mempunyai pengalaman lebih banyak dr kita. Seorang sahabat bisa ada dr orang yg sederhana hidupnya tapi mempunyai empati dan kekuatan jiwa karena hubungannya dgn Yang Maha Kuasa. Seorang sahabat, bahkan bisa kita cari dr orang2, siapapun mereka yg bisa kita petik pelajaran berharga hanya dgn melihat sikap dan perilakunya menjalani hidup.


Sahabat adalah hadiah paling berharga yg bisa kita berikan pd diri kita sendiri.
Secara lebih khusus ketika kita ditimpa kesulitan yg menggunung. Sehingga patut direnungkan, kalau kita perlu menabung perhatian, empati dan cinta buat para sahabat. Cukuplah hadits Rasulullah SAW, bahwa seorang mukmin itu adalah cermin bagi saudaranya yg lain. Cermin adalah tempat kita mematut dan menilai diri. Tempat kita bisa menyampaikan apa adanya ttg diri kita dan kita bisa mengambil seutuhnya petunjuk ttg apa yg harus kita rubah dr diri kita. Seperti itulah cermin. Seperti itulah saudara mukmin. Seperti itulah sahabat” (tarbawi)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home